Mau nggak?” tanya Om James kemudian. Apalagi melihat figur Om James yang kebapakan itu yang membuatku makin menyukainya, sebab sejak kecil aku sudah tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang bapak.Om James berjanji untuk mencukupi semua keperluanku, mulai dari pakaian, uang saku bulanan, serta sebuah mobil pribadi. Bokeb Itu hanya sebuah bahasa isyarat, sebuah rahasia di antara kami!*****Setelah pintu kamar dikunci dari dalam, Om James langsung merangkulku menuju sofa besar di depan TV. Kemudian, perlahan kudorong kepalanya untuk bergerak makin turun di bagian tubuhku, dari dada, turun ke perut dan sampai Om James bermain-main di seputar pusarku dan terus turun ke bawah di daerah hutan lebatku. Aku minta maaf untuk kekhilafanku waktu itu dan aku juga ingin berterima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk anda, Om James.*****Kisah ini kupersembahkan secara khusus untuk penpal-ku DK di Jakarta, thanks for your pic and your inspirations, dan yang terpenting kepercayaanmu! Sejak SD




















