Eki menunduk menatap wajahku di bawahnya. Kontol itu dengan mudah masuk ke tempikku karena di samping tempikku masih basah sisa persetubuhanku dengan suamiku, juga karena aku tidak mengenakan apa-apa di balik daster pendekku.Ohhhhh… apa yang terjadi? Bokep Ojol Gimana kalau benar-benar jadi? Kamu sakit Ndun?” Aku mendekati Eki dan memegangi tangannya. Pelan-pelan batang kontol itu menyusup di lobang yang sempit itu.“Aaughhh…” Eki mengerang keras. Dia diam saja sambil tetap memelukku. Aku kembali mengarahkannya, kali ini ke lubang tempikku. Aku yang salah, Ndun.” bisikku pelan.Eki menatapku,“Aku sayang sama Ibu…” katanya pelan.“Ndun, kamu punya pacar?”“Belum, bu,”“Kamu janji ya jangan cerita-cerita ke siapa-siapa soal kita,”“Iya, bu, gak mungkinlah,”“Aku takut kamu rusak karena aku,”“Gak kok, Bu. Banjir mengalir dalam lobangku. Seolah tak pernah puas dengan bercinta setiap malam. Celana itu segera kuambil dan kubawa ke kamar.




















