Besoknya saat saya bangun, Guntur sudah tidak ada di sebelahku. Bokep Jepang Dasar hidung belang! Perasaanku melambung sampai ke awang-awang! Saya yang sudah tidak bisa berpikir lagi Cuma mengiyakan semua omongannya. Malam itu saya mudah sekali klimaks. Guntur sangat terangsang rupanya. Telepon untukku disortir sama orang tua saya. Padahal kemarin dia sudah mau tidur, saya malah merangsangnya habis-habisan. Itu semua hanya bohong belaka. Lalu dengan pandangan yang menyejukkan, dia mencium keningku dan pipiku. Dia pura-pura tidak tahu saya marah padanya. Penyesalan sudah tidak ada gunanya lagi. Saya lepas kendali! Hingga akhirnya saya tergeletak lemas di lantai kamar mandi. Keterjerumusanku dalam pergaulan bebas ini telah membawa saya dalam kehidupan yang suram. Diriku bukan Intan yang dulu. Kedua orang tua saya sangat lah sayang kepada saya. Saya memeluk Guntur sekuat tenaga dengan napas terputus-putus.




















