Kami mengelar kantung tidur untuk bersiap istirahat. Bokeb Ia membuka resleting celanaku dan menariknya hingga terlepas. Aku menurunkan celana yang dipakainya perlahan sampai terlepas. Kurebahkan tubuh Reni di atas tanah beralaskan kantung tidur kami. cukup berat sekali, pikirku. Udara pagi terasa sangat dingin. Cantik sekali, kulitnya putih dan badannya angsing. Aku menoleh ke kiri dan kananku, mencari tempat untuk kami berteduh, namun tak ada saung satu pun sejauh mata memandang.Akhirnya kami memutuskan untuk berteduh di bawah sebuah pohon rindang. tanyaku. Kataku yang masih terengah-engah mengatur nafas. ehhh itu belum selesai.. Boleh tu.. Senti demi senti kukecup kulitnya yang putih bersih. tanyaku.temen-temen kampus tapi gak tau nih mereka udah naik apa belum
Ia menekan keypad handphonenya, berusaha menelepon rekannya seperjalanan.




















