Selang beberapa bulan aku dan istrikupun pindah rumah kontrakan yang lebih besar. Aku tahu dia berat untuk pisah denganku karena dia masih membutuhkan kontolku untuk memuaskannya. Bokep Montok Seketika pikiran kotorku langsung beraksi. Dengan mimic muka sedih Mbak Asti melepas kepergianku. Akupun langsung berpamitan pulang dengan hati kecewa dan dengan kontol yang masih menegang. Karena sudah semakin akrab aku dan istriku sering nonton TV di rumah mereka, maklumlah kami masih pengantin baru jadi belum punya barang-barang, hanya punya lemari plastik, kasur dan peralatan dapur bahkan kami masih kuliah.Saking akrabnya aku sudah tak sungkan lagi keluar masuk di rumah Mbak Asti. Seketika pikiran kotorku langsung beraksi. Kata istriku kalau tetanggaku punya istri yang sangat manis dan seksi.Penasaran aku dengan cerita istriku, ingin sekali aku melihatnya. Saat itu Mbak Asti sedang menyusui anaknya lalu pikiran nakalku mulai beraksi, aku menggodanya dengan guraunya yang berbau sex, akupun menggoda anaknya dengan menarik




















