Yuk ah ke bawah” kataku sambil berdiri dan berjalan cepat menuju tangga untuk kebawah tanpa memperdulikan jawaban Farel.Dibawah, diteras rumah, aku melihat Budi sedang duduk didepan jendela kamarku. Bokep Thailand “Wadaw teteh, kirain siapa!” Kata Farel, terlihat dia sangat kaget. Dan pancinganku gak sia-sia. Terdengar pula nafas Budi ikut menjadi cepat. “Eh teteh, boleh.” Jawab nya terlihat sedikit kaget mendengar todonganku, lalu dia mengotak atik hp nya lalu menyerahkan padaku. Aku ikut tersenyum. Diam didekat pintu dapur sambil lirik sana sini, basa-basi menyapa mereka, mungkin hari itu sekitar kurang lebih 15 orang yang sedang berada dirumahku. Itu lebih enak menurutku. Aku fikir dia bukan seperti anak-anak yang lainnya. Itu lebih enak menurutku. Segala yang aku perlukan tinggal aku minta belikan pada mreka siapa saja yang ada dirumah.Suatu hari, tiba-tiba aku mendengar suara laki-laki yang menyanyi-nyanyi diluar kamarku.










