Setelah minum obat, aku pun terlelap di kasur yang sudah dibersihkan oleh dokter tua itu. Bokep Montok Mungkin ia beronani ketika aku tertidur pulas. Ini bukan karena aku sengaja, aku demam, aku sudah membalas sms nya tapi ia tidak mau mengerti. Mereka tidak mau lagi menyentuh wajahku yang kotor karena muntahanku, mereka hanya berfokus di vagina dan anusku. Para pria melihat jijik ke arahku, mereka sedikit mundur karena bau muntahanku sangat menyengat. Hari ini kami sarapan pagi, sang dokter makan di meja dengan sepotong sandwith dan jus orange, sedangkan aku menyepongnya di bawah meja, dengan meminum semua air spermanya. Aku tak menyangka dendamnya padaku hingga sedalam itu, ia puas melihatku begini, senyumnya lebar melihatku berada dalam ‘akuarrium’ ini.Kemudian kulihat ada banyak pria melihat ke arah akuarium, mereka seperti sedang memilih kamu, para om-om mesum itu terus memperhatikan kami dari luar akuarium.




















