“Sini lihat kontolmu..!” kata Yuli enteng.Kubuka resleting celanaku dan kubuka celanaku. Sambil mengocok kontol, mulutku menyebut-nyebut nama adikku, kadang teman-teman perempuan sekelasku, dan siapa saja perempuan yang melintas dalam ingatanku.“Oohh.. Bokeb Kepala terasa berat, menahan hasrat yang demikian menekan. Melihat itu, muncul keberanianku.. Aku biasanya bermain sendirian, entah mengapa aku tidak begitu suka main dengan teman sebaya. Henceutmu gurih, oh Maryam sayangku..”Aku semakin mempercepat kocokan kontolku. Imajinasiku kadang demikian melambung mengkhayalkan hal-hal yang tidak layak dipikirkan dan dikhayalkan anak seusiaku. Tanggung, tapi jangan bilang-bilang siapa ya?!”
“Ya..” jawabku sepat. “Sini lihat kontolmu..!” kata Yuli enteng.Kubuka resleting celanaku dan kubuka celanaku. “Menikmati memekmu..”
“Oohh… kamu suka?”
“Suka sekali..




















