“Maafin saya, Gus..” katanya. Bokep Japan manis sekali. Tangan kiri saya beralih mengelus pahanya yang putih mulus. “Gus, kenalin.. Kaos hitam tipisnya tidak bisa menyembunyikan tonjolan buah dadanya, “Lumayan cukup besar,” pikir saya.“Tuh cewek cakep banget Gus, kayaknya lagi memperhatikan kita-kita..” bisik Andi yang duduk di samping saya. Ruangan karoake yang gelap tidak bisa menyembunyikan sosok yang begitu saya sayangi dan cintai. Andi adalah teman akrab saya sejak kecil, satu SMP, SMA, dan satu universitas. Kakaknya sangat mirip dengan Vivi, dengan tubuh yang jauh lebih indah. Bajingan!!“Kamu manusia hina, Vi!” Itulah kalimat terakhir yang saya ucapkan setelah itu saya kembali ke ruangan karoake yang gelap. Mengapa sang Pencipta begitu kejam mencobai saya? Saat ini pandangan saya sudah jauh lebih dewasa dan saya menyesal telah memperlakukan Vivi seakan-akan dia bukan manusia.Sebenarnya dia begitu baik, rela berkorban demi mamanya.




















