Zenit sudah ketiduran, dia tidak akan tahu apa yang kuperbuat, aku tidak mau menyiksa Minoru menggunakan peralatan Zenit. Bokeb Aku tahu Zenit ingin menyerahkan Minoru kepadaku ketika dia tidak di sini lagi, video yang sedang kurekam ini bisa jadi ancaman untuk terus mengikat Minoru.“Hiks hiks hiks…”, Minoru menangis sambil melucuti pakaian dalamnya sendiri. Aku memintanya mengocok kontolku dengan tangannya segera. Ku ciumi rambutnya yang harum dan ku belai-belai, Minoru sedikit menolak, tapi aku yakin dia lebih menerima begini daripada harus kusakiti. Lagian kapan lagi bisa begini, kalau ada Zenit sudah pasti dia ingin menyiksa Minoru.“Arrggghh….”, erangan Minoru menerima genjotanku yang kian waktu kian cepat. Aku memintanya mengocok kontolku dengan tangannya segera. “Karaoke?”, tanyaku.“*****asyik bro..”, jawabnya. Ku ciumi terus sambil meremas-remas susu kecilnya itu.




















