Aku kembali mengelus dadanya. Dan dia mendesis.“jangan keras-keras,” bisiknya sangat lirih. Bokep India Pelan-pelan kuelus bukit indah itu, dari tepi ke kanan. Tubuhnya menegang.Aku kembali mengelusnya. Seperti menghayati sesuatu. Kenakalanku paling besar hanyalah minum tomi (topi miring in case you’re wondering) dan sedikit magadon, waktu acara naik gunung di SMA. Dia terengah-engah. tapi sweater tadi untuk maksud lain. Jari itu mencari sumber kenikmatan seorang wanita. Atau merah. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Kulihat tebaran warna hijau ditimpali air hujan yang begitu deras di sebelah kiri jalan tol. Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar bus.Dia memandang ke bawah tubuhku. Jam 9 malam. Aku paling suka gelap. 4 hari lagi, aku akan menikahi Mei, kekasihku selama 6 tahun.Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus. Akhirnya dia turun tangan.




















