“Kecuali apa Pak…tolong katakan !” suaranya meninggi seperti mau nangis. Bokep India Imron mengajak gadis itu ke dekat pintu poliklinik. “Yuk, Non sekarang giliran Bapak yah” katanya mengelus pipi gadis itu. Bawahnya pun sudah tidak memakai rok dan celana dalamnya lagi. Ketika ayahnya menanyakan cara jalannya yang agak tertatih-tatih dia berbohong dengan mengatakan tadi terpeleset di tangga, tapi tidak parah. “Emmpphh…ummm…!” erangnya tertahan sambil meremas rambut Pak Kahar. Hal itu membuatnya menelan ludah, belum lagi kaos tanpa lengan yang dipakainya saat itu juga memperlihatkan lengannya yang putih mulus. “Ayuh siapa mau duluan nih, ga sabar pengen nyoblos memeknya !” kata Pak Kahar dengan antusias. Tangan keriput Pak Mamad mengelus-elus payudara kirinya, sesekali putingnya dipencet dan dipilin-pilin dengan jarinya. Walaupun dia kecewa dengan skandal yang dilakukan ayahnya, namun ayah tetaplah ayah yang selama ini mendidik dan membesarkannya, tentu sebagai anak berbakti dia tidak tega ayahnya harus menerima cemoohan bila




















