Grace menjerit sekeras-kerasnya, dan makin meronta-ronta, tanpa daya menghentikan Wan memperkosa dirinya.Wan sendiri menikmati sekali segala jeritan dan rontaan Grace. Para pria itu menatap Grace dengan penuh nafsu, jelas mereka tak sabar ingin membalas perlakuan jual mahal Grace kepada mereka.“Sekarang kita kasih pelajaran. Bokeb Sperma terus mengalir keluar, jatuh dari leher Grace ke atas seragam biru yang dikenakan Grace. Kaki Grace di angkat tinggi-tinggi dari atas ranjang sementara tangan-tangan merabainya, menikmati halusnya kaki Grace. Grace tersungkur ke atas ranjang, lalu ia merasakan tangan-tangan kekar mulai menarik dan mengangkat tubuhnya, memaksanya berada dalam posisi merangkak.Seseorang kemudian menarik rambutnya, dan sebuah penis lain mendekati mulutnya. Salah seorang dari para pria itu mengingatkan Grace bahwa karena ia masih dalam masa hukuman akibat kekalahannya dari Susanty, ia tak boleh menolak siapa pun yang minta pelayanannya.




















