Jantungku seperti berhenti berdetak. Meja itu dipenuhi oleh uang receh, permen, sapu tangan dan kertas-kertas tak berguna dari isi kantong kami berdua.Kemudian setelah harus mencerna hampir lima kali kata-kata yang tak jelas dari si Kumis (yang ternyata adalah atasan si Brewok dan si Tegap), aku menyadari bahwa ia menyuruh kami untuk membuka pakaian kami. Bokep Asia Tanpa merapihkan isi koper itu lagi, ia menutupnya dan memandang aku dengan wajah curiga.Who are you? Kali ini aku yakin ia mengatakannya dalam bahasa inggris. Ia memberi isyarat dengan tangannya kepada si Tegap dan si Brewok untuk meninggalkan ruangan itu.Aku yakin (sangat yakin, untuk lebih tepatnya) bahwa aku melihat beberapa jari si Kumis mengkilap karena basah. Si Kumis kembali memandangi Sherly dan kali ini pandangannya terkonsentrasi ke arah payudara istriku.Hampir semenit penuh ia memandangi tubuh Sherly. Si Kumis berjalan perlahan menghampiriku lalu bergerak ke arah Sherly. Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang memenuhi pikiranku




















