Kubaca satu persatu berkas tersebut dan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian. Zainal, mmh..”. Bokep Family “Kenapa Mbak mau dimadu?”, tanyaku tambah penasaran. “Zainal, katamu kamu belum pernah punya pacar, benarkah?”, tanyanya yg langsung kujawab dengan anggukan sambil meniup kopi panasku agar agak dingin. nggak seperti biasanya”, tanya Indah. Hampir jam 3 sore tahu!”, tanyanya yg kemudian dijawabnya sendiri dengan menunjuk jam tangannya. Setelah memesan sarapan, Indah mulai membuka percakapan, tapi karena pikiranku masih di pekerjaan maka aku hanya berbicara sedikit. Kucumbu tengkuk kirinya dan sesekali kukulum telinga kirinya. “Melamun apa Zainal”, tanya Indah. “Aduh Mbak, sakit!”, keluhku agak keras sehingga agak terdengar dan menarik perhatian orang-orang disekitar kami. kamu nggak pernah bisa diajak serius”, keluhnya dengan muka masam.




















