Suster itu tidak bergeming, tidak ada tanda-tanda penolakan walau wajahnya masih
terlihat marah.“Satu…” suster itu mulai menghitung namun orang itu malah makin kurang ajar, dan tangannya makin nakal
menggerayangi paha yang indah itu, “dua…!” suaranya makin serius.Entah mengapa suster itu tidak langsung beranjak pergi atau berteriak saja ketika dilecehkan seperti
itu. Bokep Jilbab/Hijab Suster itu ternyata berjalan ke arahnya.“Permisi, Pak” sapanya pada Yoga dengan tersenyum manis.“Malam Sus, lagi ngapain nih malem-malem ke sini” balas Yoga.“Ohh…hehe…anu Pak abis jaga malam sih, tapi belum bisa tidur, makannya sekalian mau keliling-keliling
dulu”Dokter Yoga bingung sebab tidak tahu kalau suster itu juga jaga. Umurnya yang kepala tiga masih nampak cakep
dan gagah.Hampir delapan tahun dia bekerja di rumah sakit ini, dia mempunyai istri yang masih muda dikarunia dua
anak yang masih lucu lucu, karena sudah delpan tahun bekerja disini maka kesepian udah menjadi
makanannya setiap hari apabila dia saat jaga terdengar suara aneh sosok bayangan tapi hal itu di




















