Dia pun melanjutkan lagi,
“Gue Arry, loe siapa namanya?”
Pada saat itu teman-teman yang lain sudah datang mendekati kami, hingga kesempatan itu pun hilang. Bokep Asia Aku menyesal atas kejujuranku. Dia mengira kalo aku berumur sama dengan dia, tapi itu semua tidak menghentikan obrolan kita. Semakin hari semakin aku merasa Arry adalah orang yang tepat untukku, dan tiba saatnya aku merasa harus menceritakan semua masa laluku kepadanya.Aku ini aib, aku ini pendosa tapi aku tidak membutuhkan belas kasihan. Demikian denganku, setiap tarikan napasnya bisa kurasakan, setiap nada yang dia nyanyikan pun ikut kunyanyikan. Baru datang ke Jerman?”
Aku hanya menjawab dengan senyum simpul. Dia memamerkan video yang baru dia beli, dan memaksaku untuk menontonnya saat itu juga bersamanya.




















