“Gimana kalau besok-besok aqu kasih apa yg kamu pengen?”“Yg aqu mau yg mana pak.”“Lho, itu yg sepanjang jalan kamu bilang belum pernah ngalamin.”“Ah bapak bisa aja.”“Bener kok, aqu bersedia ngasih itu ke kamu.”Termenung dia mendengar perkataanku tadi, melihat dia yg sedang menerawang aqu berpikir kenapa juga harus besok-besok, kenapa gag sekarang aja selagi ada kesempatan.Kudekati dia dan kupegang tangannya, tersentak juga dia dari lamunannya sambil menatap kearahku dgn penuh tanda tanya. Bokep Mom Kutekan klitorisnya dgn jari tengah tangan kiriku. “Pagi vi.”“Pagi pak.”“Gimana, bisa tidur nyenyak tadi malam?”“Ah bapak, bisa aja, tadi malam saya tidur pulas sekali.”“Ya sudah, saya tinggal dulu ya, selamat bekerja.”“Iya pak.”Aqu meneruskan langkahku menuju ruang kerjaqu yg memang tak jauh dari meja kerjanya, dari dalam ruangan kembali aqu menengokkan wajah ke arahnya, ternyata dia masih menatapku sambil tersenyum.Tak seperti biasanya, aqu merasakan hari ini bekerja merupakan sesuatu yg membosankan, suntuk rasanya menghadapi pekerjaan yg




















