Tetapi sejak tadi aku tidak melihat wanita yang lehernya berkeringat yang tadi mengerlingkan mata ke arahku. Aku tidak berani menatap wajahnya. Bokep Mom ” kataku memelas, ya sebagai alasan juga mengapa aku masih bertahan duduk di tepi dipan. ” katanya. Di mana? Ke bawah lagi: Turun. Dia berlutut mengelap selangkangan bagian belakang. Saat itu kurang lebih 5 menit lagi aku sampai kantorku, berhubung kerjaan hari ini sudah kukerjakan semalam, maka aku memutuskan untuk meneruskan perjalanku dengan angkot ini, lagdian masih ada waktu luang 2 jam lagi. “ Yang ini atau yang itu..? Tidak akan hadir kesempatan ketiga. Hitam. Aku hanya mendengus. Lama sekali dia memijati pangkal selangkanganku. Aku tidak ingat motifnya, hanya ingat warnanya. Suara yang kukenal, itu kan suara yang meminta aku menutup kaca angkot. Lalu dia kembali memijat pangkal selangkanganku. Aku tidak dapat lagi memandanginya. Aku tersenyum. Aku menggelepar. Bodoh amat. Betisnya mulus ditumbuhi bulu-bulu halus.




















