Perlahan aku mengitari ruang tengah, kosong,tv yang masih menyala dengan suara perlahan tak matikan. Bokep Montok “ Aaahhhhhh….Ahhhhhhh..”jeritan Merry begitu kuat dari samping pojok kamar membuat aku terperanjat sambil menahan pusing dan perih di kepalaku. Setelah kancing itu terbuka semua, tangan Wok menyibak sisi sisi daster itu ke samping kiri dan kanan. Merry cuma bisa menutup mata sambil memalingkan wajahnya,mulutnya terkatup rapat menahan kelakuan Wok itu, tentunya dia merasa kegelian dengan permainan jari lelaki itu. Wok melepaskan cekikan tangan nya pada leher Merry dan tangannya kembali menelusur ke bawah melewati leher bahu dan mengusap ketiaknya. “Ayo sekarang coba kalo bisa nangis lagi…Haaa”. Dan…ujung bulu elang itu dengan perlahan mulai bersentuhan dengan ujung putting susunya, mengusap usapnya dengan gerakan halus dan lembut. “Toloooongg..!!”teriak Merry yang akhirnya dihenyakkan dengan paksa tengkurap di lantai. Tubuhnya spontan berontak dengan kuat, tangan nya tampak berusaha keras dengan liar untuk lepas dari ikatan itu.




















