Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Wien.Setelah beberapa lama menyodoknya, “Terus dong Yang. Bokep Korea Dadaku berguncang. Cukuplah kalau tanganku menyergapnya. Ah masa bodo. Untung ada tissue yang tercecer, sehingga ada alasan buat Wien.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yang menunggu telepon. Ayo..!Aku masih diam saja. Sial. Wajahku mulai panas. Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarah pada Junior. Tapi tidak apa-apa toh tipuan ini membimbingku ke ‘alam’ lain.Dulu aku paling anti masuk salon. Kali ini dengan telapak tangan. Itu artinya ia tidak mau diganggu. Jangan dimasukkan dulu Sayang, aku belum siap. Dari jarak yang dekat ini hawa panas tubuhnya terasa. Ya nggak apa-apa,” katanya menjawab telepon. Ya, seseorang toh dapat saja lupa pada sesuatu, juga pada sapu tangan.




















