Lidya mengambil tanganku dan menaruh di dadanya yg membusung padat dan kenyal.Dia membisikkan sesuatu, namun aku tak mengerti dgn permintaannya. Bokep Colmek Dan memang benar, ternyata Lidya berulang tahun malam ini. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aku tak terus menangis. Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. Memang aku seperti anak kecil, menurut saja dibawa ke dalam kamar perempuan ini. Namun tak terlihat ada seorangpun tamu di rumah ini kecuali aku sendiri. Sementara Tante Amanda pergi membawa Bobby, aku dan Lidya duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yg menunggang kuda dgn gagah.Tak banyak yg kami obrolkan, karena Tante Amanda sudah kembali lagi dan memberikan Bobby padaku sembari terus-menerus memuji. Memang aku seperti anak kecil, menurut saja dibawa ke dalam kamar perempuan ini. Lidya hanya diam saja. Seakan Lidya berusaha untuk membangkitkan gairah kejantananku. Namun aku hanya diam saja, tak tahu apa yg harus kulakukan.Lidya kembali menghujani




















