Rupanya warno bersembunyi disana saat tadi si Butet datang, ia takut kalau-kalau butet melihatnya sedang berada di patakan Nani, pasti kacau urusan.Nani memandang warno yang muncul dari balik belakang lemari dengan pakaian setengah telajang dan menyadari kondisi tubuhnya yang masih tanpa mengenakan penutup kecuali jariknya. Belum hilang rasa kagum Nani terhadap kekekaran tubuh warno, ia merasakan sesuatu menyentuh kemaluannya, yah tangan warno mulai mengusap rambut kemaluan Nani yang tidak menyangka bahwa seorang penarik gerobak mempunyai gaya bercinta yang romantis tidak seperti suaminya dikampung, cek-ecek-ecek sudah boro-boro ada pemanasan, terlalu terburu-buru, maklum katanya ia harus melihat aliran air disawah, apakah bendungan yang ia buat dapat mengalir keseluruh bagian sawahnya dengan sempurna. Bokeb warno kembali menuju petakan Nani, untuk mengucapkan terima kasih atas pertolongan yang telah ia berikan.Tidak berapa lama warno telah tiba dimuka petakan Nani, warno langsung menyeruak masuk tanpa mengetuk lebih dulu.




















