LUKAS!” jerit tanteku begitu membuka kamar pintuku. Vidio Sex Wanita itu menatap diriku ini dengan wajah yang sangat khawatir.“Maaf, Tan. Kemudian, dilanjutkan dengan mata kuliah Hidrologi yang kusimak namun tidak dengan terlalu seksama. Sepiring nasi dengan ikan saus padang dan juga sambal rica-rica.“Lukas, maafin Tante ya soal yang tadi,” ucapnya di tengah makan kami.“Gak apa kok, Tan. Lupakan aja,” kataku dengan cuek.“Tapi jujur aja, punya kamu gede juga loh, hihihi…”Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan tanteku ini. Padahal baru saja aku akan menggenggam tangan gebetanku Tania. Panggil ke sini, Yang,” ujar pamanku yang terdengar olehku karena suaraspeakeryang keras.“Lukas, Pamanmu nyariin kamu tuh,” panggil tanteku yang langsung kuturuti.Aku menghampiri tanteku dan langsung duduk di sampingnya. Aku hanya berterima kasih saja kepada perhatian dari tanteku ini.Untung saja aku sudah bisa mengendalikan diriku sendiri.




















