“Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Link Bokep Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Aku pun merasa ketakutan. Itu namaku. Maria. Kenapa? “Sempurna” katanya dingin. Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.Terlambat, aku sudah telanjang total. Tapi, dia juga bersikap disiplin. “Aaahh..!!”
Aku menjerit dan mulai menangis lagi. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku. Mukaku terasa panas. Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Tapi Erik menahanku dengan kuat. “Hhhmm.. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti.




















