Aku terbatuk kecil. Anehnya, pengunjung bar yang lain tampak sama sekali tak peduli dengan aktivitas konyol yang berlangsung saat itu. Bokep Crot aktifin tuh handphone-nya..!”
“Klik!” Mulutku seakan terkunci rapat, tak dapat bicara ketika kemudian wanita itu berhasil mengeluarkan batang-tubuhku dari sarangnya dan kemudian membenamkan kepalanya di antara pangkal pahaku. “He eh..!” jawabku singkat.Selanjutnya aku hanya mendengarkan pembicaraannya tanpa banyak berkata-kata. Aku menggelinjang sesaat setelah air berwarna kekuningan itu terkuras habis, membuat organ tubuhku itu berangsur-angsur mengendur dan layu.Aku lalu memutar sebuah tungkai penyiram air pada kloset. “Hei, Roy.. Aku hanya dapat memegangi kepala wanita tua itu, membenamkannya dalam-dalam ke bawah perutku.Saat-saat kritis itu semakin dekat. Kurasakan udara menjadi lebih sejuk. kring..!” Suara telepon itu kembali mengejutkanku.




















