Dan aku tidak perlu mondar-mandir untuk urusan parkir dan mobil.Aku kembali ke butik di Tunjungan Plaza. Gepokan uang dalam genggaman itu langsung kuserahkan pada Bella dan Angel. Bokep Indonesia Mereka biasanya sekedar pengguna jasa saja.Hari itu aku pulang seperti biasa, pukul 3 sore dari kantor cabang itu. Aku berada di persimpangan. ‘Nggak pa-pa lah, sekali-kali sendirian, nggak usah khawatir, pokoknya Lisa akan balik utuh, mungkin ada tambahan sedikit, beberapa cc yang terbawa di tubuh Lisa nanti..’, rajuknya sambil diringi tawa kedua tamu baru saya ini.Aku langsung membayangkan, malam ini aku akan ‘dimakan habis’ oleh orang-orang hitam ini. Ada ratusan, atau bahkan ribuan waria ber-operasi di Jalan Irian Barat, di Surabaya itu.Norma, juga orang-orang lain tidak tahu bahwa aku sangat terobsesi untuk tampil berpakaian sebagaimana layaknya perempuan. Rok yang kubeli dengan sembunyi-sembunyi karena takut ketahuan oleh teman atau orang lain yang mengenalku.




















