pentilnya.. Bokep Indo Live udah Om..!” kataku lirih.Dia pun menoleh ke atas memandang wajahku dan bukannya menjauh malah meletakkan kain lap tadi di sampingku dan mendekatkan kembali wajahnya ke wajahku dan tersenyum sambil mengelus rambutku.“Kamu cantik, Naya..” ujarnya lembut.Aku jadi tertunduk malu tapi tangannya mengangkat daguku dan malahan menciumku tepat di bibir. Om.. Apalagi ini..” godanya sambil memelintir putingku yang makin mencuat dan tegang.“Ahh.., Om.. Bagai terkena badai, tubuhku mengejang kuat dan lututku lemas sekali. Naya bersihin sisanya tadi..!” ujarku sambil membungkuk dan menjilati sisa-sisa cairan cinta tadi di sekitar selangkangan Om Andi.Om Andi hanya terdiam sambil mengelus rambutku yang sudah acak-acakan. awwh.. Om.. Begitu juga dengan Om Andi, akhirnya dia ejakulasi juga dan memuncratkan spermanya di dalam vaginaku yang hangat.“Aaah.. Om.. Makin lama gerakannya makin cepat dan terdengar Om Andi mengerang keenakan.“Ah naya enak Naya.. aah..!” orgasmeku mulai lagi.Tidak lama kemudian badanku diperosotkan ke bawah dari atas meja




















