Tiba-tiba saja batinku ngrasani, gadis yang duduk di sampingku ini manis juga yah. Benar saja, nggak sampai dua menit aku sudah bisa menggiringnya ke kamar kostku. Vidio Porno sebab hilangnya perjakaku nggak ada sangkut pautnya sama Rere. Kali ini aku menahan tangan Maya biar tetap di pahaku. (keseringan mantengin VCD parto kali yee…). Ujungnya tersentuh sesuatu cairan yang hangat. Waduh, penisku kok bangun yah?“Mau nggak Mas, tolongin Maya?”
“Ada upahnya nggak?”
“Iiih, dimintai tolong kok minta upah sih…”Cubitan kecil Maya kembali memburu di pahaku. Aku menggeliat-geliat menahan amukan asmara yang Maya ciptakan.Kaos pink Maya terjatuh di ranjang. Dibuka-bukanya buku yang dia bawa dari rumah induk.“Maya udah punya pacar belum?”tanyaku memancing. Siiiir… kok malah tambah merinding begini ya?“Kalau diupah sun sih Mas Andra mau loh.” pancingku sekali lagi.




















