Wah… kont*l kamu ini harus dibersihkan dulu ya…”Dia langsung mengarahkan kontolku ke mulutnya & dilahap langsung & dikocok-kocok habis. lebih dalam Bu…! Bokeb lebih dalam.. ya sudah dicopot aja!” jawab Bu Rava sambil melihat dengan dekat luka dari luar celanaku & sesekali lihat kontolku yang sudah tegang dari tadi.“Bu… bisa bantuin copot celanaku, saya tak bisa copot sendiri Bu, kan tanganku luka,” alasanku agar Bu Rava bisa lihat kontolku dari dekat.Tiba-tiba Monik datang dengan membawa air putih.“Bu ini airnya..”“Ya.. Yang jelas ya, yang pasti harus cewek tulen. nggak kok Bu… biasa aja kok,” kataku sambil memperhatikan susunya yang montok tergelantung itu.“Nama Adik siapa?” tanya ibu itu sambil meneteskan obat merah di lengan atasku.“Catur Bu, aduh pedih sekali… pelan-pelan Bu…!”“Maaf ya… Dik Catur, oh ya nama ibu Rava,” katanya sambil meneteskan ulang obat itu di lengan atasku.Dan tak disengaja susu Rava itu menyenggol sikuku.”Oh… maaf Bu… tak sengaja,”




















