kamu sih asal ngomong!” Wilona mencoba menenangkan sambil menyikut dadaku.Aku diam saja dari pada ribut sama cewek, bukannya takut tapi bikin pusing apalagi mendengar omelan Salsa kalau lagi marah.Sesampainya di kostan, aku menyuruh mereka untuk beristirahat saja, aku sendiri segera masuk kamar. Bokep Japan kamu sadis.. idih.. pelan-pelan Fer, sakit.. sakit bodoh” jeritannya ini sempat membuatku kaget karena kencang sekali, aku takut mengundang perhatian tetangga sebelahku, untungnya lokasi kamarku agak di ujung namun tadi jeritannya cukup keras.Aku melepaskan sebentar tusukannku dan mengintip dari jendela apakah ada yang datang kesini, aku merasa lega karena aku melihat lorong masih sepi tanpa suara dari kamar sebelahku .“Aduh sa, itu suara tolong dikecilin dong, bisa gawat nih kalo ada yang tau, pake tolong segala lagi, nanti aku bisa dituduh mau bunuh kamu lagi” dia malah tertawa dan berkata,“Lucu tampang kamu lagi panik Fer, masa kamu lupa si masa kamu lupa si tetangga




















