Akhirnya kami menuju Nine Ball Cafe. Bokep Mom 10menit berlalu, tak ada juga perubahan apa2, aku jadi berdebar2 membayangkan efek apa yang akan terjadi nati. Aduh tambah manis deh. Ada yang pengen aku omongin nih..” ucapku. Pelan-pelan mulai ku pompa dia, kutekan dan kutekan lagi sampai akhirnya dia mulai mengerakkan kepala kekanan dan kekiri seperti orang kesurupan dan lalu dia berteriak lagi… Yan.. ”Ngomong aja sekarang..” katanya lagi. Karena sudah yakin obat perangsang ku berfungsi dengan baik, aku segera mengajaknya pulang dan dia hanya mengangguk tapi terlihat agak kecewa. karena penasaran aku pernah mengguntingnya dan ternyata isinnya cair, berwarna coklat kehijau-hijauan. Dasar Bawel.. Begitu masuk ruang apartment dia, langsung aku memberanikan diri untuk menciumnya.. Dia rebah telentang pasrah dengan pandangan sayu menatapku yang sibuk membuka sepatu dan celana panjangku. Aku segera mengulangi lagi pertanyaanku
”Na.. Pasti ada maunya, apaan..?” katanya dengan wajah judes lagi.




















