“Apa..???!” pikirku dalam hati…Kak Feri baru saja kubayangkan sedang menjilati klitorisku…apa yang akan terjadi bila aku bertemu dengannya di ruangan yang sepi dan sempit…Darahku mulai mengalir deras…entah kenapa daerah sekitar kelangkanganku seolah berdenyut-denyut geli ingin dimain-mainkan…ooh…Langkahku lemas menuju sekretariat. Sex Bokep Pikiranku mulai kalut, air mata mulai mencair dari mataku…sementara aku berusaha meronta-ronta…Jilbab dan jubahku kusut tak karuan.“sssh…sssh…Ukhti, ini aku…Kak Feri…” bisik orang itu.lalu perlahan aku menoreh ke belakang, pelukan dan cengkeraman tangannyapun mulai dilepaskan…setelah kuyakin perkataannya benar, aku hanya menarik nafas panjang..dengan ngos-ngosan aku berkata padanya“hhmmhh…Kak Feri…maksudnya apa…???”
“Iya Ukhti, sabar…afwan kalo caraku kasar…aku hanya ingin bicara…” Sebelum mulutku bicara, kak Feri sudah memotongnya,
“pertama…aku minta maaf atas kejadian itu, kedua aku ingin bertanggungjawab, ketiga aku tak bisa meninggalkan kuliahku…ke empat, aku menyukaimu ukhti…” Mendengar perkataan itu, aku hanya diam seribu bahasa, aku tertunduk layu…tak lama tangannya mengangkat dahuku, akupun sedikit kaget karena wajahnya sudah sangat dekat dengan wajahku,




















