Kami memburu kenikmatan berkali-kali, kami berdua memburu birahinya yang tidak pernah kenyang.Sampai akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 wib, dimana aku harus segera balik kerumah karena celullerku berapa kali tadi berbunyi.Aku meninggalkan Hotel E.. Srup.. Bokep Colmek “Nggak kok, malahan mikirin Mbak Douna tuh” celetukku.“Masa sih.. Makanya saat itu aku tanya Dista” kata Douna.“Tanya apa?” tanyaku mengejar.“Apakah punya teman yang bisa temanin aku selama di Surabaya” kata Douna.“Dan dari situlah aku tahu nomor celluler kamu” lanjutnya.Tanpa terasa jam tanganku menunjukkan pukul 21.15 wib, dan aku liat sekelilingku pertokoan mulai sepi karena memang sudah mau tutup.“Dan.. Perlahan, aku turunkan kaki kanan Douna yang pada posisi pertama aku naikkan ke atas wastafel.Posisi Douna, sekarang sedikit menungging dengan posisi berdiri. Sayangg.. “Doun, kamu kenal Dista dimana?” tanyaku mnyelidik.“Dista adalah teman chattingku di YM, aku dan Dista sering online bersama.




















