Kok kita pegang-pegangan sih..” Pipit setengah berbisik. Ugi juga mau ke sana mau main banyak teman. Bokep Family Mengerang panjang sambil tangannya menjambak rambutku.. Dia sudah ganti baju, mungkin yang biasa dia pakai kesehariannya..“Dik Wahyu, itu tadi anak saya si Pipit..” kata Bu Murni. Nikmat sekali.. Toh, memang ini penumpang yang terakhir. Pipit menatapku.“Mas.. sudah jauh-jauh balik lagi kan mubazir.. Tapi terus meng-erat lagi, erat lagi.. Aku tak perduli siapa yang mendahului aku, itu bukan satu hal penting. Aku dan Pipit saling menatap, tak habis pikir kenapa ada kesempatan yang tak terduga datang beruntun untuk kami, tak ada rencana, tak ada niat tahu-tahu kami hanya berdua saja disebuah rumah yang kosong ditinggal pemiliknya.“Mas, mending kita tunggu saja yah..




















