Sesekali bibirnya menciumi payudaraku dan menekan-nekan kontolnya ke memekku yang sudah basah.“kamu pernah selingkuh Han?” bisiknya“belum mas, ahh” jawabku sedikit mengerangKemudian dia menghentikan gerakannya dan memegang kontolnya dan segera mengarahkannya ke memekku.“bentar mas, jilat dulu dong memekku. Bokeb Ntar aku sepong kontol mas.” Pintaku berbisik.Dia pun terlihat senang mendenagr pintaku dan langsung menciumi dan menjilati memekku. Tiba-tiba dia berkata“ Han kamu seneng dengan pagelaran bapak?”“iya pak, bagus sekali pertunjukannya.” Jawabku“kamu temani bapak ya?” katnya lagiAku sempat heran dan kurang mengerti dengan perkataanya. Tapi ya sekedar menonton aku ikutin aja, pagelaran berlangsung kurang lebih 6 jam. Tubuhnya memang kekar dan kulitnya memang agak hitam. Ya kami memang lelah tapi mau bagaimana lagi soalnya aku yang punya hajat jadi masi8h banyak yang harus kami selesaikan.Ternyata Ki Jaya juga cukup kelelahan. Umurnya sekitar 60an tapi dia masih bugar.




















