Umurku saat itu masih 13 tahun dan akan 14 Desember nanti. Bokeb wajar dong kalo aku saat itu kagum berat..)
“Iya, dong.. Ia pasti melihat tatapan protesku, tapi ia nampak berpikir keras. plus bonus ujung hidungnya..Slepp.. pulang sekolah ya?” seorang dara putih manis berlesung pipit dan berambut ikal sepundak menegurku dengan senyum yang paaling indah menawan yang pernah kusaksikan seumur hidupku. Ya tentu saja kami masih sering melakukannya.Tapi mungkin tidak terlalu sering karena kami masing-masing sudah punya pacar. Dia tersenyum dan jarinya menunjuk angka 1.. Dan saat terpegang olehku celana dalamnya, spontan aku masukkan jari-jariku ke dalamnya, membuatnya menjerit kecil.. akhirnya masuk juga.. Aku terkekeh juga, meski rada keki dibilang bandel, “Emang iya. Kamu kan masih anak kecil..”
Lalu dia menunjuk burung-ku“Punya kamu itu kekecilan.




















