Aku hanya mengangguk pelan. Bokep Tante Lina udah gak tahan. Oh, segera saja birahiku muncul kembali. Aku langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. “Aghh… Lin… agghhh…” kini mas Herry semakin cepat menggoyang pinggulnya, menghujamkan kemaluannya ke liang kelaminku. Tetapi niat untuk memuaskan diriku sendiri kuurungkan. “He-em.” aku hanya mengguman pelan sambil menganggukkan kepala. Ayo bilang, K-O-N-T-O-L!!!”
“Ah, k-kon…t-tol!!!” akhirnya kuucapkan juga kata itu. Dan mengatakan padanya bahwa permainan kami tadi sungguh luar biasa. Namun dalam hati aku yakin bahwa malam ini Andi akan habis-habisan menyetubuhiku. Yang aku tahu hanyalah kenikmatan yang luar biasa, yang tidak kudapatkan saat aku melakukannya dengan suamiku sendiri. Hingga malam tiba, setelah menghabiskan makan malam dan menghisap satu batang rokok, Andi mengajakku masuk lagi ke kamar. Gara-gara Andi pulalah, aku jadi ketagihan bercinta.




















