Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Kisah-kisah miris semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari. Bokep Cina Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Aku kini mulai bingung. Hingga beberapa gerombolan anak datang menghampiri anak laki-laki itu. Pikiranku mendadak kacau. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama.




















