Shot demi shot kuambil. Untuk itu telah kusiapkan pula 10 rol film merk kodak ektar asa 100. Bokep SMA Batang kemaluanku sudah sangat mengeras. Agar Lia tidak canggung, kupegangi kemaluannya, kuusap-usap dengan lembut. Lampu sorot dan pemandangan tubuh Lia membuatku dan Ivan berkeringat. Rambut pendek sebahu dengan potongan bob, leher panjang, mengenakan cardigan warna ungu muda, dalaman Kamisol warna putih berbahu rendah hingga kulit lehernya yang putih membuatku geregetan ingin menciumnya. Aku tidak menyangka ternyata cepat juga klimaksnya. Kiami jadi kecewa deh. 2 buah lampu Hensel, 2 buah tripod merk Vanguard dan satu payung reflektor yang sengaja kupinjam dari kampus. Aku menyuruh Lia agak rebah di sofa, kemudian kedua lengannya kuangkat hingga posisinya memegang belakang kepalanya.Sambil pura-pura serius mengarahkan, aku melaba lagi, mengelus-elus kulitnya yang mulus. Busyet.., putih sekali nih anak. “Oke deh tapi jangan terlalu di ekspos ya..?” pintanya. Aku tidak menyangka ternyata cepat juga klimaksnya.




















