Ia bahkan pernah menempelkan penisnya di belahan pantatku ketika aku sedang membungkuk, karena membetulkan mesin printer di kantor. Aku memandanginya dengan pandangan bertanya.“Mhhhhh… boleh tau apa solusinya pak?” ungkapku.“Kamu bisa bayar hutangmu dengan tubuh molek kamu itu” kata Pak Tommy sambil melirik padaku dengan sorot mata birahi.Bagai disambar petir, aku terkejut mendengar ucapan Pak Tommy. Film Porno Uang hanya cukup untuk menyambung hidup beberapa hari. Masih banyak hutangku pada kawan-kawanku, sehingga aku segan untuk berhutang lagi pada mereka. Selama setahun bapak cuma bias ngremesin pantatmu, sambil bermimpi suatu saat bisa njebol lubang silitmu….” kata Pak Tommy.Aku sebetulnya merasa tersinggung dengan ucapannya. hehehehe… makanya dia kepengen bersihin badannya. Gimana pak Muklis?”“Haaaaa, bapak beneran?” tanya pak Muklis tidak percaya.“Beneran… sudah, nggak usah banyak omong… bapak mau ga?” tanya Pak Tommy.“Mauuu… mau… iya pak… mau….” sorak pak Muklis.“Ya udah sana…” Pak Tommy menyahut.“Ayoooo, sini mbak Vania Angel… cah ayuuu….










