Setelah itu badan Dolpun ambruk disamping badan Ratri.Akan tetapi posisiku masih tetap seperti semula, kemaluanku masih tertanam dimulut Ratri. Bulu-bulunya yang masih jarang-jarang itu tumbuh menghias disekitar bibir kemaluannya.“Ohh…jangann mas…ampun mas…ooohh sakittt sekali…mas” terdengar Ratri merintih pelan memohon belas kasihan kepadaku.Dengan menyeringai aku tindih tubuh Ratri itu. Bokep Arab Batang kemaluanku telah lama berereksi semenjak meringkus Ratri di teras sekolah tadi.“Gue dulu ya” ujarku ke Dol.“Ok boss” balas Dol sambil kemudian berjalan meninggalkan aku keluar massal.Kudekati tubuh Ratri yang tergolek dilantai, kuraba-raba punggung gadis itu, kurasakan detak jantungnya yang berdebar keras, kemudian tanganku turun hingga bagian pantatnya yang sekal itu, kuusap-usap pantatnya dengan lembut, kurasakan kenyal dan empuknya pantat itu sambil sesekali kutepok-tepok.Badan Ratri kembali kurasakan bergetar, tangisnya kembali terdengar, sepertinya dia kembali memohon sesuatu, akan tetapi karena mulutnya masih tersumbat suaranyapun tidak jelas dan aku tidak memperdulikannya.




















