Menunduk lesu. Gawat pikirku. Bokep Rusia “He eh.”
“Tunggu di sini sebentar.” Ia berkata itu lalu berjalan menuju kawan-kawannya. 2 tahun yang lalu aku pikir aku sudah terbebas darinya. Akhirnya dapat ditebak. 2 tahun yang lalu aku pikir aku sudah terbebas darinya. Tidak sampai satu menit ia sudah masuk dan mengunci pintu ruanganku. “He eh.”
“Tunggu di sini sebentar.” Ia berkata itu lalu berjalan menuju kawan-kawannya. Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu. Ternyata tidak. Uang kita bagai setumpuk kertas gurauan dengan angka nol berderet-deret.Pukul 2 lewat. Ia selalu sengaja memakai baju-baju kerja yang menonjolkan keindahan tubuhnya. Mereka punya hati. Tampaknya ia baru selesai mandi. Setelah tarik urat syaraf sebentar karena kartu ajaibku tidak mau digesek, akhirnya aku terbebas setelah mereka mengawalku ke mesin ATM di Sarinah bawah.




















