Dengan jelas aku melihat tangannya meremas payudara Sherly selama beberapa detik.Tangannya bergerak ke bagian bawah tubuh Sherly. Setelah lima menit berlalu dalam keheningan, tiba-tiba istriku mengeluh (lebih menyerupai mendesah), Aku melirik ke arahnya dan mendapati ia tidak lagi menutup matanya. Bokep Rusia Cepat laksanakan! Namun si Kumis membentak, yang kuduga isinya (jika diterjemahkan):Jangan macam-macam! Belum sempat kaget, aku mendengar Sherly menjerit kecil. Pemeriksaan berlangsung cepat. Dalam pelukanku tangisannya semakin menjadi. Karena takut istriku dilukai, aku memberi pandangan isyarat kepadanya agar ia segera melepaskan pakaiannya.Akhirnya dengan berat hati ia melepaskannya satu per satu. Ia memberi isyarat dengan tangannya kepada si Tegap dan si Brewok untuk meninggalkan ruangan itu.Aku yakin (sangat yakin, untuk lebih tepatnya) bahwa aku melihat beberapa jari si Kumis mengkilap karena basah. Jaket, kemeja, kaos dalam dan terakhir celana jeansnya. Informasi ini kuteruskan ke Sherly yang tidak mengerti sama sekali perkataan si Kumis.Dengan enggan kami membalik badan




















