Dia sudah pikun, Ambo.” Saya membalas Ambo dengan nada sehalus mungkin. Bokep Ojol Banyak menduga kalau dia mati karena usianya memang sudah sangat lapuk. Indo meninggal. Warga datang dari berbagai arah, baik warga kampung maupun luar kampung. Jalan yang batu dan tanah semakin basah.***Indo tampak sibuk menyiapkan nasi ketan dan telur. Dia menganggap saya sudah melawan orang tua.Ambo pun meninggalkan saya setelah gemuruh yang terus dia lontarkan, seperti gemuruh yang enggan berhenti meronta di langit sana. Banyak menduga kalau dia mati karena usianya memang sudah sangat lapuk. Orang-orang sudah siap dengan daun kelapa yang sudah diikat untuk kemudian dibakar, terus dilempar-dilemparkan sehingga terjadi perang api. Keluargamu dari Bone kota bakal datang. Jangan sampai rumah kita kotor pas mereka masuk.”
Saya mengangguk dan segera melupakan pikiran yang mengganjal. Barangkali Dajange menginginkan agar silaturahmi warga semakin erat dengan berlangsungnya Sirawu Sulo yang lebih awal.Semakin langit diselimuti malam, Pongka semakin meriah.










