Sampai ke kepala penisnya, aku mencucup dengan kuat, membuat Pandu melolong keenakan. Bokeb kebetulan aku merasa ingin ke toilet.“Jen, aku ke toilet dulu ya”, bisikku. Bagaimanapun jijiknya, rasa terangsang mulai merambati tubuhku. Kembali aku harus melayani kedua pemerkosaku ini, siswa sekolah ini, yang seangkatan denganku. Lalu Pandu dan Dedi duduk di kedua ujung sofa, sedangkan pak Edy membimbing aku untuk duduk di tengah mereka. Ada yang perlu saya tanyakan berkaitan dengan bazar kemarin”, kata pak Edy. Aku makin tertegun melihat Vera juga terlihat asyik mengoral penis dari seorang lagi yang berdiri di sampingnya. Aku benar benar merasa seperti pelacur di dalam ruangan ini.“Ngghhh…”, aku melenguh perlahan ketika liang vaginaku yang sempat merasa sedikit lega setelah Pandu menarik lepas penisnya tadi, kini kembali terisi penis Dedi yang sempat kuperhatikan tadi, kira kira berukuran 16 cm, dengan diameter sekitar 4 cm.Dan selagi Dedi mulai memompa liang vaginaku, Pandu berjalan




















