Saat terakhir air maniku keluar, aku pun merasa lemas. Bokep crett.. Ayu menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan liar seakan-akan tidak mau kalah dengan permainan lidahku ini. Lalu ia berkata kepadaku, “Ton, mudah-mudahan kita bisa bersatu seperti ini Ton, gua sangat sayang pada elu.”
Aku diam sejenak, lalu kubilang begini, “Gua juga sayang elu, tapi elu mesti janji tidak boleh meladeni paman gua kalo dia nyari-nyari elu.”
“Oke bossss, siap laksanakan perintah..!” katanya sambil memelukku lebih erat. Sesampainya di sana, aku pun langsung menaiki lift ke lantai yang diberitahukan. Geli-geli nikmat..!”
“Udah ah, jilati aja memek gua Ton..!”
“Oke boss.., siap laksanakan perintah..!”
Langsung saja kubuka paha lebar-lebar, tanpa menunggu lagi langsung saja kujilat-jilat klitorisnya yang sebesar kacang kedele. Sebelum aku menutup pintu, tiba-tiba ada tangan yang menahan pintu tersebut. “Oh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh.” kata Ayu sambil tertawa. Sejak saat itu, kami menjadi sangat lengket, tiap malam minggu selalu kami




















