Tante juga mau mandi dulu,” katanya meninggalkan aku. “Punyamu panjang sekali.”
“Memek Tante tebal dan enak sekali”, kataku balas memuji dia. Bokep Family “Lain kali jangan terlampau tergesa-gesa dong sayang”, katanya masih tersenyum. Semua mengejar, kiper terjatuh dan aku tiba lebih dulu. Segera saja kuhirup dan rasanya sungguh enak sekali di pagi yang dingin. Kukuakkan paha itu, kuselipkan paha kiriku di bawah paha kanannya dan dengan satu tikaman kepala kontolku menerjang tepat akurat ke celah labianya yang basah. Entahlah, barangkali aku ini seorang *********. Kenikmatan yang baru pertama kalinya aku rasakan. Aku bisa bobol lagi. Siapa tahu aku nanti bisa nyenggol-nyenggol dia sedikit-sedikit.Meraba-raba seperti orang buta menjaga jangan sampai terantuk ke dinding aku kembali ke sofa mengambil selimut dan bantal, lalu kembali meraba-raba ke arah Tante Ratih di pintu kamarnya. Aku mereguk ludah, kontolku kontak berdiri. “Seandainya kau tahu betapa ******-ku lebih keras lagi sekarang ini,” kataku dalam hati.




















