Walau ada yang cemong sedikit gara-gara mukanya tadi digagahi, bibir Mirna masih merah, maskaranya belum luntur, bedaknya masih ketebalan. Tapi Bram tidak mau buru-buru melepas kesempatan. Bokep Family Yang memberi saran dengan santainya mengambil lagi rokok yang tadi ditinggal lalu meneruskan menyedot batang rokok. Mirna, yang tidak pernah pacaran dengan Bram, kaget waktu kebiasaan buruk Bram ketahuan sekarang. Bagaimana kalau kita main-main dulu… pikir Bram. Dia membebaskan buah dadanya dari balik baju dan mencubit-cubit pentilnya yang mengencang. Bram lebih besar dari Mirna, tapi saat itu seperti tidak punya kekuatan untuk melawan Mirna. Dari balik pintu supirnya keluar seorang laki-laki, yang lantas mengunci Mercy itu, lalu masuklah dia ke salon Sitha. Normalnya dia bakal melihat rona mukanya sendiri berubah merah karena perasaannya yang campur aduk, tapi kali ini agak susah bagi dia. Orang yang tadi datang dengan Mercy hitam baru saja pergi dari salon Sitha, puas dengan pelayanan Sitha




















