Tentu saja buah dadanya menempel di lenganku. Bokeb Ia naik ke atas ranjang dan merebahkan badannya terlentang. Mbak mau enak lagi Pablo.. Kulitnya benar-benar putih. Aku ambil selimut untuk menutupi anuku lalu aku ke dapur dan kuambil sebotol air putih.“Ini Mbak minumnya” kataku sambil kusodorkan segelas air putih.Aku duduk di tepi ranjang sambil memandangi Mbak Salsa yang tubuhnya ditutupi selimut meminum air yang kuberikan.“Ada apa Pablo, kok kamu memandangi Mbak” katanya.“Ah nggak Papa. Mbak mau enak lagi Pablo.. Trus tadi sore juga, habis mandi Mbak Salsa hanya memakai handuk saja didepanku. Tanganku tetap meremas-remas buah dadanya yang kanan. Tentu saja buah dadanya menempel di lenganku. Maafkan Mbak ya telah nampar kamu” katanya.“Seharusnya saya yang minta maaf telah kurang ajar sama Mbak Salsa” kataku.“Nggak Pablo, kamu nggak salah, setelah Mbak pikir, apa yang kamu katakan tadi benar.




















